Jasmerah, Peringati Haul Pendiri Dengan Berziarah

  • Mar 03, 2024
  • Erik Kurniawan
  • Kecamatan Babadan, Info Desa Ngunut, Pemerintah, Sejarah

KIM Batorokatong, Ponorogo - Sudah kedua kali ini Pemerintah Desa Ngunut menggelar peringatan 1 tahun kematian (Haul) Mbah Palang dengan kegiatan berziarah (Ahad, 03/03). Momen haul tokoh pemimpin pertama di Desa Ngunut tersebut, tidak hanya diisi dengan berziarah ke Makam Mbah Palang, namun juga menziarahi tokoh-tokoh dan pendiri serta perangkat desa yang dimakamkan di 4 pemakaman di Desa Ngunut. Titik pertama di Makam Islam Kyai Manthoyib, dilanjut dengan Makam Selorejo dan Makam Maron, kemudian berakhir di Makam Kauman. Yakni tempat dimana Almarhum Mbah Palang dimakamkan.

"Kegiatan ziarah makam ini adalah rangkaian dari peringatan Haul Mbah Palang (Puspodimejo). Ziarah tidak hanya di makam Kauman, namun juga menziarahi tokoh-tokoh dan pemimpin yang dimakamkan di Makam Islam Manthoyib, Makam Selorejo-Jurangkrikil, dan Makam Islam Maron", ujar Siti Khotijah, Kepala Desa Ngunut saat ditemui tim KIM Batorokatong.

Acara yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini diikuti oleh warga desa dari 34 RT di Desa Ngunut, perangkat dan kepala desa, BPD, LPMD, tokoh masyarakat, serta organisasi Islam Nahdlatul Ulama. Khusus terakhir, NU Desa Ngunut melibatkan semua keluarga besar badan otonomnya, mengingat Pemerintah Desa Ngunut menggandeng Nahdlatul Ulama dalam peringatan haul kali ini.

Momen ziarah adalah saat terbaik untuk mengingat mati, mengenal tokoh-tokoh dan jasa-jasa yang ditinggalkan. Praktis sejenak sebelum doa bersama dimulai, disampaikan kisah-kisah hidup, biografi singkat, dan sejarah makam yang diziarahi. Diantaranya Mbah Kyai Manthoyib (Kyai Imam Thoyib), seorang tokoh yang babad wilayah Jogoragan (Ngunut 4) yang juga seorang komandan 100 kavaleri Pangeran Diponegoro dan penyebar agama islam di wilayah ini, sedangkan Kyai Abdurrahman yang dimakamkan di Makam Islam Maron adalah seorang yang babad Islam, menyebarkan agama Islam pertama kalinya di Desa Ngunut. Titik terakhir adalah makam Mbah Palang, seorang penjaga dan pemimpin (Palang) wilayah Desa Ngunut dan sekitarnya. Beliau bernama asli Puspodimejo (Palang I), seorang sakti mandraguna yang karena kemampuan dan kebijaksanaanya didaulat menjadi seorang Palang di wilayah yang bernama Ngunut. 

"Ziarah kubur yang dilakukan oleh pemerintah desa bersama tokoh dan warga masyarakat ini bertujuan sebagai refleksi jelang Bulan Suci Ramadhan. Para tokoh pemimpin dan pendiri di Desa Ngunut mempunyai andil besar dan meninggalkan jasa-jasa yang tak boleh dilupakan. Meminjam istilah Bung Karno, Jasmerah. Jangan Melupakan Sejarah. Maka warga Ngunut, ber-jasmerah memperingati haul Mbah Palang dengan kegiatan berziarah," pungkas Siti Khotijah.

Tambahan informasi, peringatan Haul Mbah Palang Desa Ngunut ini akan dipungkasi dengan Doa Bersama, Pemberian Beasiswa Siswa Berprestasi, dan Pengajian Akbar yang akan diisi oleh KH Abdul Rokim, M.Pd.I dari Ponorogo. Puncak acara akan dilaksanakan malam nanti di halaman Masjid Al Mujahidin Ngunut 4.